Juni Dahr dan Seminar Ibsen, Sastra, Masyarakat dan Perempuan
Rumah
Boneka: Sekarang Sebelum Terlambat
Foto: OktoMagazine/Juni Dahr, monolog A Doll’s House
Agama tidak ada bedanya dengan laki-laki, tidak bisa memberikan rasa aman kepadaku. - Nora.
Kutipan di atas diambil dari salah satu dialog penutup dari sebuah karya Henrik Ibsen yang diterjemahkan dan diadaptasi oleh Faiza Mardzoeki. Karya Ibsen tersebut akan ditampilkan di Gedung Kesenian Jakarta pada 30 November hingga 4 Desember 2011 . Dengan mengusung judul “Rumah Boneka”, pertunjukan teater yang diproduksi Pentas Indonesia dan Institut Ungu akan tampil dengan pendekatan teater realis, sebuah gaya yang mendekati kehidupan sehari-hari dengan detail kemampuan penghayatan naskah dan keaktoran para pemainnya.
Dalam konferensi pers yang diadakan di Galeri Nasional hari Minggu, 27 November kemarin, Faiza Mardzoeki menjelaskan alasan memilih dua orang untuk memerankan tokoh Nora dalam kisah Rumah Boneka. Ia mengatakan bahwa Nora akan mengisi sebanyak 95% dari seluruh jalan cerita, “Sehingga kami memutuskan untuk memakai dua aktor untuk memerankan Nora secara bergantian agar bisa menjaga staminanya.”
Adapun tokoh Nora akan diperankan oleh mantan presenter di beberapa stasiun TV swasta, Chantal Della Concetta dan seorang pemain harpa yang cukup terkemuka di dunia musik Indonesia, Maya Hasan. Beberapa pemeran tokoh lain juga hadir dalam konferensi pers tersebut, seperti Ayu Dyah Pasha, Ayez Kassar, dan Willem Bevers.
Ketika ditanya mengenai alasan mengapa memilih aktor-aktor yang kurang berpengalaman untuk dijadikan pemeran utama, sutradara Wawan Sofwan menjawab, “Kami bukan sekedar memilih pemeran yang hanya mampu berakting. Tapi kami juga mempertimbangkan dari sisi lain, seperti pengalaman yang pernah mereka alami.”
“Alasan kami memilih Chantal dan Maya karena mereka mempunyai pengalaman tersebut. Mereka mempunyai pengalaman dan ingatan mengenai relasi dalam keluarga sebagai pasangan suami dan istri. Selanjutnya mereka tinggal lebih mendalami peran-peran mereka tersebut,” tambah Wawan.
Acara konferensi pers tersebut juga kedatangan tamu spesial, seorang seniman teater yang sudah cukup terkenal di dunianya, yaitu Juni Dahr. Artis kelahiran 29 Juni 1953 tersebut adalah pemeran Nora dalam beberapa pertunjukan “A Doll’s House” dalam bahasa aslinya, Norwegia. Dalam kesempatan tersebut, ia juga memberikan sebuah pertunjukan monolog yang diambil dari adegan terakhir A Doll’s House. Dan pertunjukan monolog tersebut berhasil memukau para hadirin.
Lepas dari rasa penasaran tentang kemampuan para pemeran Nora, pentas Rumah boneka ini layak untuk masuk agenda kegiatan di minggu ini. Sangat wajib untuk perempuan, apapun statusnya, juga para pria. Bahkan tak terkecuali siapapun kita yang menghargai tiap relasi yang tercipta. Sekarang sebelum terlambat! (andreas@oktomagazine.com)
Labels: Seminar Ibsen



0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
Links to this post:
Create a Link
<< Home